Cek Fakta

Indoneisa Tempati Urutan Pertama Jumlah Penderita Kanker Kanker Payudara

Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:30 WIB
Dokter Spesialis Erwin Danil Sebut Kanker Payudara Bisa Dideteksi Secara Mandiri
SulbarEkspres – Kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker.
 
Data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia.

Baca Juga: Kemenkes Ambil Kebijakan Cegah Gangguan Ginjal Misterius Pada Anak

Baca Juga: Angka Kematian Anak di Indonesia Meningkat, Kemenkes: Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Kematian Akibat Infeksi

Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus.
 
Padahal sekitar 43% kematian akibat kanker bisa dikalahkan manakala pasien rutin melakukan deteksi dini dan menghindari faktor risiko penyebab kanker.
 
Selain angka kematian yang cukup tinggi, penanganan pasien kanker yang terlambat menyebabkan beban pembiayaan yang kian membengkak.
 
Pada periode 2019-2020, pengobatan kanker telah menghabiskan pembiayaan BPJS kurang lebih 7,6 triliun rupiah.
 
Tingginya angka kanker payudara di Indonesia menjadi prioritas penanganan oleh pemerintah, namun demikian bukan berarti penanganan kanker jenis lainnya diabaikan.
 
Kemenkes tetap melakukan upaya penanggulangan terhadap penyakit kanker lainnya seperti yang tertuang dalam Rencana Aksi Nasional Kanker 2022-2022.
 
Dalam ketentuan ini, Strategi Nasional Penanggulangan Kanker Payudara Indonesia mencakup 3 pilar yakni promosi kesehatan, deteksi dini dan tatalaksana kasus.
 
Secara rinci ketiga pilar tersebut menargetkan 80% perempuan usia 30-50 tahun dideteksi dini kanker payudara, 40% kasus didiagnosis pada stage 1 dan 2 dan 90 hari untuk mendapatkan pengobatan.
 
Untuk mencapai target ini, Kementerian Kesehatan tidak bekerja sendiri, melainkan turut dibantu oleh berbagai pihak seperti Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).
 
Dengan program unggulan sosialisasi skrinjng dan deteksi dini kanker payudara, YKPI telah berhasil menjangkau lebih dari 150.000 peserta baik secara daring dan luring pada 2016-2021.
 
Tak hanya itu, YKPI juga membantu menyediakan mobil mammografi serta aktif melakukan praktek SADARI bagi masyarakat awam dan kader kesehatan.
 
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan semakin kuat dan ditingkatkan, dalam kerangka penanggulangan kanker payudara di Indonesia, sehingga semakin banyak pasien kanker yang terselamatkan.
 
Hari Kanker Sedunia diperingati tanggal 4 Februari setiap tahunnya.
 
Peringatan Hari Kanker Sedunia 2022 mengangkat tema ''Close the Cure Gap'' yang bertujuan untuk meminimalkan kesenjangan perawatan pada pasien kanker serta menekankan kesetaraan pasien dalam mendapatkan layanan medis.
 
Sebab, saat ini masih terdapat kesenjangan kualitas layanan dalam perawatan pasien sehingga menghambat proses pengobatan.
 
Sejalan dengan tema ini, pemerintah juga akan memperkuat pelayanan medis untuk pengobatan kanker payurdara dengan mengatur pemerataan pelayanan kesehatan bagi pasien kanker guna memudahkan pasien mengakses layanan kesehatan yang memadai.***

Tags

Terkini

Konsumsi Buah Ini agar Sperma Pria Menjadi Manis

Selasa, 7 Februari 2023 | 14:10 WIB

5 Tokoh Terkenal Tidak Percaya Adanya Tuhan

Senin, 23 Januari 2023 | 14:57 WIB